Dalam aktivitas sehari-hari, postur tubuh sering kali terabaikan. Prayoga mengajak praktisi untuk memperhatikan cara berdiri, duduk, dan bergerak. Kesadaran ini dibangun secara perlahan melalui latihan.
Setiap gerakan dalam prayoga dilakukan dengan niat dan perhatian. Tubuh diajak untuk bergerak tanpa terburu-buru. Hal ini membantu mengenali posisi yang terasa nyaman.
Dengan latihan yang konsisten, kesadaran gerak dapat terbawa ke luar sesi prayoga. Aktivitas sederhana terasa lebih terkontrol. Tubuh bergerak dengan lebih alami.
Prayoga tidak menuntut kesempurnaan bentuk. Fokusnya adalah pada pengalaman dan rasa seimbang. Pendekatan ini membuat latihan terasa inklusif.
Melalui kesadaran postur, prayoga menjadi sarana refleksi tubuh. Gerakan menjadi lebih bermakna. Sebuah cara lembut untuk membangun hubungan positif dengan tubuh.
